SDM BALAI KALIBRASI HARUS LEBIH MAJU DARI TEKNOLOGI

(Jakarta, 18/1/2012) Menteri Perhubungan EE Mangindaan menekankan, Balai Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BKFP) harus selalu mengikuti kemajuan teknologi. Sementara untuk sumber daya manusianya harus sering mengikuti training maupun diklat di dalam dan luar negeri agar mampu mengimbangi cepatnya kemajuan teknologi tersebut.

Kalau selama ini teknologi bergerak dengan deret ukur sementara sumber daya manusianya bergerak dengan deret hitung, di BKFP ini harus di balik. ''Manusianya harus bergerak dengan deret ukur sementara teknologinya bergerak dengan deret hitung. Jadi SDM nya harus lebih dulu maju dari teknologinya,'' kata Menteri Perhubungan dalam sambutannya pada peresmian Gedung BKFP di kawasan Bandara Boediarto Curug, Tangerang Rabu (18/1).

Keberadaan teknologi terkini dan sumber daya manusia yang handal multak diperlukan, karena hal ini berkaitan erat dengan keselamatan dan keamanan penerbangan. "Teknologi penerbangan terus berkembang dari waktu ke waktu. Jangan sampai teknologi dan sumber daya manusia di BKFP ini stagnan. BKFP juga harus terus mengikuti perkembangan,'' kata Mangindaan.

Menhub juga mengharapkan agar keberadaan BKFP ini tidak hanya dimanfaatkan oleh Indonesia saja, tapi juga dapat dimanfaatkan oleh negara lain. Myanmar pernah memanfaatkan fasilitas BKFP, Bangladesh dan Australia akan memanfaatkan. ''Karena sayang dan mubazir dengan teknologi canggih yang kita miliki ini hanya dimanfaatkan untuk nasional," jelas Menhub.

Dalam kesempatan tersebut Menhub juga mengingatkan, pada pekerja BFKP harus benar-benar profesional dalam melaksanakan tugasnya, karena hal ini terkait dengan keselamatan dan keamanan penerbangan. ''Apa jadinya jika dalam melakukan tugasnya, dilakukan dengan tidak profesional. Ini berbahaya bagi keselamatan penerbangan," ujar Menhub mengingatkan. (PR).

 

Sumber dari : PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PERHUBUNGAN, 18/01/2012.